Rabu, 04 April 2018

tokoh ilmu perpustakaan


Nama               : Putri Kharisma
Nim                 : 1730403063
Kelas               : 17 PUS B
Matkul             : Pengantar Ilmu Perpustakaan

Riwayat pustakawan nasional dan internasional

Pustakawan nasional

1.Sulistyo Basuki Biografi
L. Sulistyo-Basuki adalah Guru besar Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya dan Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Depok. Sulistyo-Basuki, atau akrab dipanggil Pak Sulis (lahir di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, 11 September 1941; umur 72 tahun) merupakan putra pertama almarhum Bapak Hardjito dan Ibu Moeridjah Hardjito, yang kedua-duanya merupakan pensiunan guru Sekolah Rakjat di Blitar. Ibunda Moeridjah sempat merangkap pustakawan ketika menjadi guru bantu di Meisjes Vervolgschool Wlingi. Pendidikannya di mulai di Frobel School di Sumbawa Besar (1948), Sekolah Rakjat di Blitar (1954), SMP bagian B (Blitar, 1957), SMA bagian C (Blitar, 1960) kemudian melanjutkan ke Sekolah Perpustakaan, cikal bakal pendidikan arsiparis di Indonesia. Ia memperoleh gelar Sardjana Muda (Universitas Indonesia, 1963), Sarjana Sastra (Universitas Indonesia 1974), Master of Science (Case Western reserve University, Cleveland, Ohio, USA 1980), Master of Arts (1980).
Ia menjadi putra Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dalam bidang Information and Library Science dan juga gelar profesor bidang Ilmu Perpustakaan (sejak tahun 1995). Gelar doktor diraihnya akhir Juni 1984 di Case Western Reserve University Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. Ia mempertahankan disertasi yang berjudul: A Citation Analysis of Agricultural and Medical Journal Published in Less Developed Countries, With Special Reference to the Regions of Africa Sub-Sahara, Latin America, and Southeast Asia.
Pak Sulis merupakan pengajar dan penulis yang aktif. Buku-buku terbitannya telah menjadi pegangan dasar bagi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi di universitas seluruh Indonesia. Gaya mengajar beliau yang kalem dan bersahaja sangat disukai oleh para mahasiswanya. Salah satu joke yang sering diungkapkannya ketika melihat para mahasiswa kebingungan di kelas adalah “yang bodoh ini pasti saya karena tidak bisa mengungkapkan ide dengan baik”. Beliau adalah profesor yang sangat rendah hati.
Ketika mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian untuk mahasiswa tingkat akhir, Pak Sulis tidak henti-hentinya mengingatkan “publish or perish”. Sebuah ungkapan yang sangat tegas dan jelas dan akan selalu dikenang para mahasiswanya. Beliau juga sangat peduli dengan karya cipta. Jangan sekali-sekali membawa buku teks fotocopian di kelas. Hal disiplin lainnya yang diajarkan oleh beliau adalah untuk selalu menyebut sumber tulisan dalam sebuah karya tulis agar tidak disebut dukun.

A.    Jabatan
1.      Guru Besar, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (1995-sekarang)
2.      Pengajar Program Ilmu Perpustakaan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia (1990-sekarang)
3.      Pengajar, Jurusan Ilmu Perpustakaan (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (1975-sekarang)
Pendidikan.
4.      Sardjana Muda – Universitas Indonesia (1963)
5.      Sarjana Sastra – Universitas Indonesia (1974)
6.    Master of Science in Library Science– Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
7.    Master of Arts (History) – Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
8.      Doctor of Philosophy, Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1984)
9.      Diangkat sebagai professor di Universitas Indonesia pada tahun 1995

B.     Pengalaman kerja
a.       1962–1963 Perpustakaan Yayasan Yamin
b.      1963–1965 Bagian Dokumentasi Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia
c.       1965–1967 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
d.      1967–1977 Departemen Luar Negeri
e.       1977-sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (dahulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia
f.       1984–1986 Pengajar, Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
g.  1990-sekarang Pengajar Program Studi Ilmu Perpustakaan program Pascasarjana Universitas Indonesia
h.    1992-sekarang Pengajar Program Manajemen Dokumen dan Informasi (dahulu Program Kearsipan) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
i.        1994-1996 Kepala Pusat Sumber Daya Manusia dan Pemasyarakatan Arsip Nasional RI
j.   1995-sekarang Pengajar, Program Pascasarajana Program Studi Ilmu Perpustakaan pengutamaan kearsipan di Universitas Indonesia

C.    Pengalaman pelatihan
D. Mengajar berbagai kursus kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional RI, Arsip Daerah di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Irian Jaya;
E.    Pengajar Records Management Course 1995 sampai sekarang.
Pertemuan Internasional.
F.     Regional Archivists Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 1994 dan 1995
G.    Southeast Asia Branch of International Council on Archives 1995 di Jakarta
H.    International Council on Archives Congress di Beijing, RRC (1996) dan Sevilla, Spanyol (2000)

I.       KaryaTulis Buku
1.      Administrasi Arsip: Sebuah Pengantar. Jakarta: [], 2001
2.      Manajemen Arsip Dinamis: Pengantar Memahami dan Mengelola Informasi dan Dokumen. Jakarta: Gramedia, 2003
3.      Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2006
4.      Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991
5.      Periodisasi Perpustakaan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994


J.      Penelitian
Digisation of Collection in Indonesia Academic Libraries: kajian Jaringan Komunikasi Ilmiah di Indonesia dengan Menggunakan Analisis Subjek & Analisis Sitiran.

2. Putu Laxman Sanjaya Pendit
Putu Laxman Sanjaya Pendit, (lahir di Jakarta, 03 September 1959; umur 52 tahun) berasal dari keluarga yang akrab dengan dua hal: menulis dan perpustakaan. Ayahnya, Nyoman S. Pendit, adalah penulis produktif yang telah menghasilkan beberapa buku antara lain Mahabharata, Ramayana, menerjemahkan Bhagavadgita serta buku-buku yang berkaitan dengan pariwisata, Bali, Hindu dan lainnya. Sedang sang Ibu, Murtini S. Pendit, adalah pengelola Perpustakaan Idayu pada masa pemerintahan Bung Karno. Setelah pensiun dari Lembaga Demografi FEUI, Ibu Murtini tetap aktif di dunia kepustakawanan hingga sekarang lewat beberapa milis pemerhati kepustakawanan. Menikah dengan Meily Zulia dan dikaruniai dua orang putri; Shasha Kanitrisutra dan Raudry Bungadyarti.
Pak Putu, begitu panggilan akrab para mahasiswanya, adalah seorang penulis, peneliti, pendidik dan pengajar bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Kiprahnya sangat dikenal dikalangan para pustakawan yang haus dengan isu dan hal-hal fundamental tentang kepustakawanan. Gagasan-gagasan segarnya (baca: provokatif) selalu muncul dan menjadi topik diskusi yang hangat di milis the_ics, sebuah milis pemerhati kepustakawanan. Tidak jarang (baca: sering) opini bersifat kritik bahkan sinis ia sampaikan di milis. Bisa jadi hal itu mengagetkan bagi sebagian orang yang belum mengenalnya. Sejatinya, ia adalah pemikir dan pendidik yang mengajak kembali untuk merenungi hakikat kepustakawanan itu sendiri. Suatu area pinggiran dari disiplin kepustakawanan yang sepi dan tidak menarik bagi banyak orang tetapi sebetulnya sangat penting. Tidak banyak orang seperti beliau, untuk menyebut diantaranya adalah Blasius Sudarsono.
Sejak menjalani pendidikan di RMIT Australia, ia melakukan kegiatan penelitian dan konsultasi di bawah bimbingan Prof. Bill Martin, termasuk mengajar dan membantu pengembangan sistem pengajaran online bersama Dr. Joan Richardson. Selama pendidikan itu pula, secara teratur berkunjung ke Indonesia untuk mengajar dan meneliti. Hasil penelitian dan pengalaman di Australia dikonsentrasikan untuk membantu pengembangan perpustakaan dijital di Indonesia, baik di kalangan pemerintah maupun swasta.
Setelah lulus dari RMIT, ia memilih menjadi konsultan independen untuk berbagai instansi, termasuk Bank Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Gramedia-Majalah, dan mengajar di berbagai universitas, termasuk Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, dan UIN Sunan Kalijaga. Saat ini Pak Putu berdomisili di Australia, menjadi pengajar dan peneliti di Royal Melbourne Information Technology (RMIT). Beliau juga aktif menjadi pembicara di berbagai seminar yang berkaitan dengan kepustakawanan.

A.    Pendidikan
a.       Sarjana dari Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik) (1986)
b.    Master dalam Information Science dari Loughborough University of Technology, Inggris Raya (1988)
c.   Ph.D dari School of Business Information, RMIT University, Melbourne Australia (1997-2000) dengan disertasi berjudul “The use of Information Technology in Public Information Services: an interpretive study of structural change via technology in the Indonesian Civil Service”
B.     Pengalaman Kerja
a.       Asisten dosen matakuliah komunikasi, media, dan jurnalistik di Sekolah Tinggi Publisistik (1982)
b.   Editor bidang teknologi dan luar negeri untuk Majalah Berita X-tra milik Femina Group (1985 – 1987)
c.     Pengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia (1988-2004)
C.     Karya Tulis
Penelitian :Penerapan teknologi hipertext untuk sistem informasi arkeologi.
D.    Buku
a.       Menjadi Penulis: Membina Jemaat yang Menulis (sebagai penerjemah)
b.      Empat Teori Pers (terjemahan) (1986)
c.       Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sebuah pengantar diskusi Epistemologi & Metodologi (2003)
d.      Mata Membaca, Kata Bersama (2007)
e.       Perpustakaan Digital Dari A sampai Z (2008)
f.       Kesinambungan dan Dinamika Perpustakaan Digital (2008)
g.      Merajut Makna : Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Informasi (2009)

3.Lasa Harsana
Lasa Harsana (Lasa Hs), dilahirkan di Boyolali pada 1 Januari 1948. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara. Pendidikan awal beliau dapatkan dari kedua orang tuanya, dilanjutkan ke Sekolah rakyat islam mamba’ulum di Boyolali selama, selanjutnya ke Madrasah tsanawiyah al-Islam di Boyolali, dan menyelesaikan Madrasah ‘Aliyah al-Islam di Surakarta. Pendidikan berkarakter islam dan dengan menjaga konsistensi  hingga saat ini beliau bersosok religius.
Pendidikan kesarjanaannya ditempuh pada program studi Bahasa Arab Fakultas Sastra dan Kebudayaan (sekarang fakultas Ilmu Budaya) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 1979. Kemudian beliau memperoleh pendidikan dan latihan perpustakaan di UGM tahun 1973, penataran Perpustakaan Kopertis wilayah V DIY, Program sertifikat ahli perpustakaan Fak. Sastra UI Jakarta, magang pengelolaan terbitan berkala  di UPT Perpustakaan ITB Bandung, penataran tim penilai angka kredit pustakawan Tk.  Nasional di Perpusnas RI Jakarta.  Sedangkan gelar Magister Sains Manajemen Perpustakaan dari Pascasarjana UGM  tahun 2002.
Profesi sebagai pustakawan ditekuni sejak tahun 1972 dan dikukuhkan sebagai pustakawan utama pada tahun 2007 di UPT Perpustakaan UGM unit I. Pernah bekerja di perpustakaan Fak. Teknologi Pertanian UGM (1972-Oktober 2006). Perpustakaan Akademi arsitektur YKPN (1975-1980). Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM. Fakultas kehutanan UGM. Institut Pertanian Yogyakarta (1983-2008). Pernah menjabat sebagai kepala bidang pelayanan perpustakaan UGM (Nov 2006- Jan.2012). Kini Kepala Perpustakaan Ubiversitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Selain pustakawan, beliau juga pernah berprofesi sebagai guru SMP Muh. Depok (1972-1973, dosen agama islam  di Akademi Manajemen Putra Jaya (1985-1990, dosen agama islam di Institut Pertanian (1983-2006), dosen D3 Ilmu Perpustakaan FISIPOL UGM dan Fak. Adab UIN SUKA (1999-), dosen program studi manajemen inf. dan perp. FISIP UGM (1992-2005), dosen  Fak. Teknologi Pertanian UGM (2002-2011), dosen Pascasarjana Ilmu perpustakaan IIS UIN Suka (2009-2011), dosen ilmu perpustakaan UT Surakarta dan DIY.
  Di organisasi profesi, beliau pernah menjadi anggota pengurus IPI DIY (1990-1993), anggota pengurus majelis pustaka PP Muhamadiyah (1995-2000), wakil ketua forum perpustakaan perguruan tinggi indonesia DIY (2003-2006), anggota pengurus lembaga pustaka dan informasi PP Muhamadiyah (2005-2010), wakil ketua lembaga pustaka dan informasi PDM kota Yogyakarta (2005-2010), anggota pengurus majelis pustaka& informasi PP Muhamadiyah (2011-2015), pendiri himpunan pengelola perpustakaan sekolah muhamadiyah kota Yogyakarta, ketua forum silaturahim perpustakaan perguruan tinggi muhamadiyah (2012-2014).
Di bidang redaksional, pernah menjadi redaksi buletin Al Fata, Al Fikr, Agritech (Fak. Tekn. Pertanian UGM), Media informasi (Perp. Pusat UGM), Berkala ilmu perpustakaan dan informasi (Perpustakaan Pusat UGM), Palmisest (jur. Ilmu perpustakaan FISIPOL UNAIR Surabaya), Mentari (PDM kota Yogyakarta, dan reviewer unilib (Direktorat Perpustakaan UII Yogyakarta).
Aktivitas beliau saat ini adalah Kepala Perpustakaan UMY, asesor BAN PT DIKTI Kemendikbud RI, anggota Tim perumus standar nasional perpustakaan sekolah dan standar nasional perguruan tinggi, anggota pengurus dewan perpustakaan DIY, anggota tim penilai jabatan fungsional pustakawan UII Yogyakarta, pembicara dalam berbagai seminar.

A. Hasil Karya
Lasa Hs mulai aktif menulis sejak remaja. Pada awalnya beliau  banyak menulis dengan topik  keagamaan. Seiring perjalanan waktu beliau konsen pada empat topik  penulisan yaitu religi (agama), kepustakawanan, penulisan, dan manajemen. Sampai saat ini telah lebih dari dua ratus artikel hasil pemikiran beliau dimuat di media cetak Yogyakara, Surakarta, Semarang, Surabaya, Bogor, Jakarta, Riau. Beberapa artikel  tersebut antara lain peran informasi IPTEK dalam alih informasi (Media Informasi, IV (2) Juni 1997), Celah-celah tulisan pustakawan (Media Pustakawan, IV (3) September 1997), Pengembangan karir dan profesi pustakawan (Buletin Perpustakaan, (2) April 1997), Dibalik angka kredit dan pengumpulannya (Wahana Informasi Perpusdokinfo, Vol. 18, Ed. Juli 2014).
Adapun karya tulis dalam bentuk buku 45 judul, diterbitkan oleh 13 penerbit dan masih terdapat beberapa dalam bentuk draff. Adapun judul buku hasil pemikiran beliau antara lain Ensiklopedi Muhammadiyah (karya bersama, Rajagrafindo, 2005), Kamus istilah perpustakaan (Kanisius, 1990, 1993, Gadjah Mada University Press, 1998), Membina  Perpustakaan Sekolah Islam dan Madrasah (dicetak 10.000 eks. Oleh Adicita Karya Nusa, 2004), Manajemen Perpustakaan (Ga ma Media, 2005),  Petunjuk Pengelolaan Perpustakaan Masjid (Gadjah Mada University Press, 1998), Manajemen Perpustakaan Sekolah (Pinus, 2007), Manajemen Perpustakaan Sekolah/ Madrasah (Ombak, 2013), dan yang lainnya.


4.Wiji sumarno
Wiji Suwarno lahir pada tanggal 14 Juli tahun 1973 di Surakarta. Lahir dari pasangan Hadi Mulyono dan Aminah merupakan seorang penjual bakso dari daerah Bulu Kabupaten Sukoharjo. Sejak kecil kedua orang tuanya telah menanamkan jiwa kewirausahaan. Walaupun lahir di Sukoharjo namun kemudian di bawa orang tuanya hijrah ke Sukabumi hingga usia 1,5 tahun. Kemudian di bawa kembali ke Sukoharjo dan dititipkan kepada neneknya. Ini sudah menjadi kebiasaan orang dikampung ini, walaupun merantau tapi anak-anaknya ditinggal dikampung dan di asuh oleh neneknya atau kerabatnya. Tinggal di desa, aji panggilan akrabnya menjadi anak yang periang dan senang membantu neneknya dengan jalan menggembala kambing, mencari rumput dan aktifitas lain merupakan aktifitas anak-anak dimasa itu.

A.    Artikel:
a.       Kerukunan dalam keragaman
b.      Cinta dan salam
c.       Menjaga lisan
d.      Zikir
B.     Majalah:
a.       Pergerseran paradigma perpustakaan
b.      Peran penting otomasi perpustakaan sekolah
c.       Perpustakaan dan buku
d.      Memasyarakatkan perpustakaan

C.     Jurnal:
a.       Pembangunan ekonomi umat via manajemen syariah
b.      Perpustakaan dua muka (sebuah kekuatan jasa)

D.    Buku:
a.       Ilmu Pendidikan
b.      Dasar-dasar ilmu perpustakaan
c.       Psikologi perpustakaan
d.      Ilmu perpustakaan dan kode etik pustakawan
e.       Pengetahuan dasar kepustakaan: sisi penting perpustakaan dan pustakawan

Pustakawan internasional

1.Shiyali Ramamrita Ranganthan
Shiyali Ramamrita Ranganathan  lahir pada 12 Agustus 1892 di Shiyali , British India (sekarang Tamil Nadu , India ). Meninggal pada 27 September 1972 (berusia 80 tahun) bangsawan  Bangalore , India Pendudukan Penulis, akademisi, matematikawan, pustakawan Kebangsaan Indian Aliran Ilmu Perpustakaan , Dokumentasi , Ilmu Informasi.

A.    Karya-karya penting
a.       Prolegomena ke Klasifikasi Perpustakaan
b.      Lima Hukum Ilmu Perpustakaan
c.       Klasifikasi Colon
d.      Ramanujan: Manusia dan Matematikawan
e.       Kode Katalog yang Diklasifikasikan: Dengan Aturan Tambahan untuk Kode Katalog Kamus
f.       Administrasi Perpustakaan
g.      Manifesto Perpustakaan India
h.      Manual Perpustakaan untuk Petugas Perpustakaan, Pustakawan, dan Pekerja Perpustakaan
i.        Klasifikasi dan Komunikasi
j.        judul dan Kanon; Studi Komparatif Lima Kode Katalog

  Dia adalah seorang pustakawan universitas dan profesor ilmu perpustakaan di Universitas Hindu Banaras (1945–47) dan profesor ilmu perpustakaan di Universitas Delhi (1947–55). Penunjukan terakhir menjadikannya direktur sekolah librarianship India pertama yang menawarkan gelar lebih tinggi. Dia adalah presiden Asosiasi Perpustakaan India dari tahun 1944 hingga 1953. Pada tahun 1957 ia terpilih sebagai anggota kehormatan Federasi Internasional untuk Informasi dan Dokumentasi (FID) dan diangkat menjadi wakil presiden seumur hidup Asosiasi Perpustakaan Britania Raya.

2. Melville louis kossuth dewey
Melvi Dewey adalah seorang ahli perpustakaan berkebangsaan Amerika. Dia lahir pada tanggal 10 Desember tahun 1851 di New York dan meninggal di Florida saat 26 Desember 1931. Selain itu, dia juga terkenal sebagai peletak dasar-dasar klasifikasi desimal UDC (University of the District of Columbia) di tahun 1873.Dia juga merupakan pendiri Perhimpunan Pustakawan Amerika saat 1876 dan menjadi redaktur pertama dari ‘Library Journal. Dia juga adalah seorang pelopor penggunaan klasifikasi desimal untuk mengelompokkan buku-buku perpustakaan dengan dimulai dari angka 000 sampai 999 yang meliputi segala jenis ilmu pengetahuan dan cabang-cabangnya yang mana sifatnya lebih khusus.Dewey termasuk orang yang aktif dalam usaha pembaharuan ejaan bahasa di negara asalnya, yakni Amerika, juga dalambadan pembakuan ukuran serta timbanganSebagai pustakawan yang beralmamater Universitas Columbia, dia berperan dalam mendirikan sekolah perpustakaan pertama milik Perpustakaan Pemerintah New York.Pada tahun 1876, Dewey mempublikasikan hasil pemikirannya ini pertama kali. Dewey mempublikasikan hasil pemikirannya ini dalam Dewey Decimal Clasification : A Classification and Subject Index for Cataloguing and Arranging the Books and Pamphlets of Library.
Terdapat beberapa tokoh di bidang kepustakawanan pada masa itu yang memberikan tanggapan atas hasil pemikiran Dewey ini. Di antara adalah W.C Berwick Sayers dan Paul Salvan. Mereka berdua memberikan tanggapan bahwa apa yang dihasilkan oleh Dewey ini akan membawa sebuah perubahan yang mendasar di dunia kepustakawanan. Mereka berdua mengungkapkan bahwa ini adalah sebuah reformasi di bidang kepustakawanan.Pada tahun 1876, Melvil Dewey mendirikan sebuah yayasan yang dipergunakan untuk mendukung pengembangan dunia kepustakawanan. Yayasan yang didirikan oleh Dewey ini memberikan suplai jangka panjang perlengkapan-perlengkapan yang berkaitan dengan kebutuhan perpustakaan, seperti kartu catalog. Dari hal tersebutlah kemudian dikenalkan adanya standarisasi dalam kartu catalog.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar