Nama : Putri
Kharisma
Nim : 1730403063
Kelas : 17 PUS B
Matkul : Pengantar Ilmu Perpustakaan
Nim : 1730403063
Kelas : 17 PUS B
Matkul : Pengantar Ilmu Perpustakaan
Riwayat pustakawan nasional dan internasional
Pustakawan nasional
1.Sulistyo Basuki Biografi
L.
Sulistyo-Basuki adalah Guru besar Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan
Budaya dan Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan Program Pascasarjana
Universitas Indonesia, Depok. Sulistyo-Basuki, atau akrab dipanggil Pak Sulis
(lahir di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, 11 September 1941; umur 72 tahun)
merupakan putra pertama almarhum Bapak Hardjito dan Ibu Moeridjah Hardjito,
yang kedua-duanya merupakan pensiunan guru Sekolah Rakjat di Blitar. Ibunda
Moeridjah sempat merangkap pustakawan ketika menjadi guru bantu di Meisjes
Vervolgschool Wlingi. Pendidikannya di mulai di Frobel School di Sumbawa Besar
(1948), Sekolah Rakjat di Blitar (1954), SMP bagian B (Blitar, 1957), SMA
bagian C (Blitar, 1960) kemudian melanjutkan ke Sekolah Perpustakaan, cikal bakal
pendidikan arsiparis di Indonesia. Ia memperoleh gelar Sardjana Muda
(Universitas Indonesia, 1963), Sarjana Sastra (Universitas Indonesia 1974),
Master of Science (Case Western reserve University, Cleveland, Ohio, USA 1980),
Master of Arts (1980).
Ia menjadi
putra Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dalam bidang Information and
Library Science dan juga gelar profesor bidang Ilmu Perpustakaan (sejak tahun
1995). Gelar doktor diraihnya akhir Juni 1984 di Case Western Reserve
University Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. Ia mempertahankan disertasi yang
berjudul: A Citation Analysis of Agricultural and Medical Journal Published in
Less Developed Countries, With Special Reference to the Regions of Africa
Sub-Sahara, Latin America, and Southeast Asia.
Pak Sulis
merupakan pengajar dan penulis yang aktif. Buku-buku terbitannya telah menjadi
pegangan dasar bagi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi di
universitas seluruh Indonesia. Gaya mengajar beliau yang kalem dan bersahaja
sangat disukai oleh para mahasiswanya. Salah satu joke yang sering
diungkapkannya ketika melihat para mahasiswa kebingungan di kelas adalah “yang
bodoh ini pasti saya karena tidak bisa mengungkapkan ide dengan baik”. Beliau
adalah profesor yang sangat rendah hati.
Ketika mengajar
mata kuliah Metodologi Penelitian untuk mahasiswa tingkat akhir, Pak Sulis
tidak henti-hentinya mengingatkan “publish or perish”. Sebuah ungkapan yang
sangat tegas dan jelas dan akan selalu dikenang para mahasiswanya. Beliau juga
sangat peduli dengan karya cipta. Jangan sekali-sekali membawa buku teks
fotocopian di kelas. Hal disiplin lainnya yang diajarkan oleh beliau adalah
untuk selalu menyebut sumber tulisan dalam sebuah karya tulis agar tidak
disebut dukun.
A.
Jabatan
1.
Guru Besar,
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (1995-sekarang)
2.
Pengajar
Program Ilmu Perpustakaan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia
(1990-sekarang)
3.
Pengajar,
Jurusan Ilmu Perpustakaan (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Universitas Indonesia (1975-sekarang)
Pendidikan.
Pendidikan.
4.
Sardjana Muda –
Universitas Indonesia (1963)
5.
Sarjana Sastra
– Universitas Indonesia (1974)
6. Master of
Science in Library Science– Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio,
Amerika Serikat (1980)
7. Master of Arts
(History) – Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat
(1980)
8.
Doctor of
Philosophy, Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat
(1984)
9.
Diangkat
sebagai professor di Universitas Indonesia pada tahun 1995
B.
Pengalaman
kerja
a.
1962–1963
Perpustakaan Yayasan Yamin
b.
1963–1965
Bagian Dokumentasi Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia
c.
1965–1967 Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia
d.
1967–1977
Departemen Luar Negeri
e.
1977-sekarang
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (dahulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia
f.
1984–1986
Pengajar, Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
g. 1990-sekarang
Pengajar Program Studi Ilmu Perpustakaan program Pascasarjana Universitas
Indonesia
h. 1992-sekarang
Pengajar Program Manajemen Dokumen dan Informasi (dahulu Program Kearsipan)
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
i.
1994-1996
Kepala Pusat Sumber Daya Manusia dan Pemasyarakatan Arsip Nasional RI
j. 1995-sekarang
Pengajar, Program Pascasarajana Program Studi Ilmu Perpustakaan pengutamaan
kearsipan di Universitas Indonesia
C.
Pengalaman
pelatihan
D. Mengajar
berbagai kursus kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional RI, Arsip
Daerah di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Irian Jaya;
E. Pengajar
Records Management Course 1995 sampai sekarang.
Pertemuan Internasional.
Pertemuan Internasional.
F.
Regional
Archivists Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 1994 dan 1995
G.
Southeast
Asia Branch of International Council on Archives 1995 di Jakarta
H.
International
Council on Archives Congress di Beijing, RRC (1996) dan Sevilla, Spanyol (2000)
I.
KaryaTulis
Buku
1.
Administrasi
Arsip: Sebuah Pengantar. Jakarta: [], 2001
2.
Manajemen Arsip
Dinamis: Pengantar Memahami dan Mengelola Informasi dan Dokumen. Jakarta:
Gramedia, 2003
3.
Metode
Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerjasama dengan Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya UI, 2006
4.
Pengantar Ilmu
Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991
5.
Periodisasi
Perpustakaan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994
J.
Penelitian
Digisation of
Collection in Indonesia Academic Libraries: kajian Jaringan Komunikasi Ilmiah
di Indonesia dengan Menggunakan Analisis Subjek & Analisis Sitiran.
2. Putu Laxman Sanjaya Pendit
Putu Laxman
Sanjaya Pendit, (lahir di Jakarta, 03 September 1959; umur 52 tahun) berasal
dari keluarga yang akrab dengan dua hal: menulis dan perpustakaan. Ayahnya,
Nyoman S. Pendit, adalah penulis produktif yang telah menghasilkan beberapa
buku antara lain Mahabharata, Ramayana, menerjemahkan Bhagavadgita serta
buku-buku yang berkaitan dengan pariwisata, Bali, Hindu dan lainnya. Sedang
sang Ibu, Murtini S. Pendit, adalah pengelola Perpustakaan Idayu pada masa
pemerintahan Bung Karno. Setelah pensiun dari Lembaga Demografi FEUI, Ibu
Murtini tetap aktif di dunia kepustakawanan hingga sekarang lewat beberapa
milis pemerhati kepustakawanan. Menikah dengan Meily Zulia dan dikaruniai dua
orang putri; Shasha Kanitrisutra dan Raudry Bungadyarti.
Pak Putu,
begitu panggilan akrab para mahasiswanya, adalah seorang penulis, peneliti,
pendidik dan pengajar bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Kiprahnya sangat
dikenal dikalangan para pustakawan yang haus dengan isu dan hal-hal fundamental
tentang kepustakawanan. Gagasan-gagasan segarnya (baca: provokatif) selalu
muncul dan menjadi topik diskusi yang hangat di milis the_ics, sebuah milis
pemerhati kepustakawanan. Tidak jarang (baca: sering) opini bersifat kritik
bahkan sinis ia sampaikan di milis. Bisa jadi hal itu mengagetkan bagi sebagian
orang yang belum mengenalnya. Sejatinya, ia adalah pemikir dan pendidik yang
mengajak kembali untuk merenungi hakikat kepustakawanan itu sendiri. Suatu area
pinggiran dari disiplin kepustakawanan yang sepi dan tidak menarik bagi banyak
orang tetapi sebetulnya sangat penting. Tidak banyak orang seperti beliau,
untuk menyebut diantaranya adalah Blasius Sudarsono.
Sejak menjalani
pendidikan di RMIT Australia, ia melakukan kegiatan penelitian dan konsultasi
di bawah bimbingan Prof. Bill Martin, termasuk mengajar dan membantu
pengembangan sistem pengajaran online bersama Dr. Joan Richardson. Selama
pendidikan itu pula, secara teratur berkunjung ke Indonesia untuk mengajar dan
meneliti. Hasil penelitian dan pengalaman di Australia dikonsentrasikan untuk
membantu pengembangan perpustakaan dijital di Indonesia, baik di kalangan
pemerintah maupun swasta.
Setelah lulus
dari RMIT, ia memilih menjadi konsultan independen untuk berbagai instansi,
termasuk Bank Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,
Gramedia-Majalah, dan mengajar di berbagai universitas, termasuk Universitas
Padjadjaran, Universitas Airlangga, dan UIN Sunan Kalijaga. Saat ini Pak Putu
berdomisili di Australia, menjadi pengajar dan peneliti di Royal Melbourne
Information Technology (RMIT). Beliau juga aktif menjadi pembicara di berbagai
seminar yang berkaitan dengan kepustakawanan.
A.
Pendidikan
a.
Sarjana dari
Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik)
(1986)
b. Master dalam
Information Science dari Loughborough University of Technology, Inggris Raya
(1988)
c. Ph.D dari
School of Business Information, RMIT University, Melbourne Australia
(1997-2000) dengan disertasi berjudul “The use of Information Technology in
Public Information Services: an interpretive study of structural change via
technology in the Indonesian Civil Service”
B.
Pengalaman
Kerja
a.
Asisten dosen
matakuliah komunikasi, media, dan jurnalistik di Sekolah Tinggi Publisistik
(1982)
b. Editor bidang
teknologi dan luar negeri untuk Majalah Berita X-tra milik Femina Group (1985 –
1987)
c. Pengajar di
Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra (sekarang menjadi Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia (1988-2004)
C.
Karya Tulis
Penelitian
:Penerapan teknologi hipertext untuk sistem informasi arkeologi.
D.
Buku
a.
Menjadi
Penulis: Membina Jemaat yang Menulis (sebagai penerjemah)
b.
Empat Teori
Pers (terjemahan) (1986)
c.
Penelitian Ilmu
Perpustakaan dan Informasi, sebuah pengantar diskusi Epistemologi &
Metodologi (2003)
d.
Mata Membaca,
Kata Bersama (2007)
e.
Perpustakaan
Digital Dari A sampai Z (2008)
f.
Kesinambungan
dan Dinamika Perpustakaan Digital (2008)
g.
Merajut Makna :
Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Informasi (2009)
3.Lasa Harsana
Lasa Harsana
(Lasa Hs), dilahirkan di Boyolali pada 1 Januari 1948. Sebagai anak pertama
dari tiga bersaudara. Pendidikan awal beliau dapatkan dari kedua orang tuanya,
dilanjutkan ke Sekolah rakyat islam mamba’ulum di Boyolali selama, selanjutnya
ke Madrasah tsanawiyah al-Islam di Boyolali, dan menyelesaikan Madrasah ‘Aliyah
al-Islam di Surakarta. Pendidikan berkarakter islam dan dengan menjaga konsistensi
hingga saat ini beliau bersosok religius.
Pendidikan
kesarjanaannya ditempuh pada program studi Bahasa Arab Fakultas Sastra dan
Kebudayaan (sekarang fakultas Ilmu Budaya) Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta tahun 1979. Kemudian beliau memperoleh pendidikan dan latihan
perpustakaan di UGM tahun 1973, penataran Perpustakaan Kopertis wilayah V DIY,
Program sertifikat ahli perpustakaan Fak. Sastra UI Jakarta, magang pengelolaan
terbitan berkala di UPT Perpustakaan ITB Bandung, penataran tim penilai angka
kredit pustakawan Tk. Nasional di Perpusnas RI Jakarta. Sedangkan
gelar Magister Sains Manajemen Perpustakaan dari Pascasarjana UGM tahun
2002.
Profesi sebagai
pustakawan ditekuni sejak tahun 1972 dan dikukuhkan sebagai pustakawan utama
pada tahun 2007 di UPT Perpustakaan UGM unit I. Pernah bekerja di perpustakaan
Fak. Teknologi Pertanian UGM (1972-Oktober 2006). Perpustakaan Akademi
arsitektur YKPN (1975-1980). Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM. Fakultas
kehutanan UGM. Institut Pertanian Yogyakarta (1983-2008). Pernah menjabat
sebagai kepala bidang pelayanan perpustakaan UGM (Nov 2006- Jan.2012). Kini
Kepala Perpustakaan Ubiversitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Selain
pustakawan, beliau juga pernah berprofesi sebagai guru SMP Muh. Depok
(1972-1973, dosen agama islam di Akademi Manajemen Putra Jaya (1985-1990,
dosen agama islam di Institut Pertanian (1983-2006), dosen D3 Ilmu Perpustakaan
FISIPOL UGM dan Fak. Adab UIN SUKA (1999-), dosen program studi manajemen inf.
dan perp. FISIP UGM (1992-2005), dosen Fak. Teknologi Pertanian UGM
(2002-2011), dosen Pascasarjana Ilmu perpustakaan IIS UIN Suka (2009-2011),
dosen ilmu perpustakaan UT Surakarta dan DIY.
Di organisasi profesi, beliau pernah menjadi anggota pengurus IPI DIY (1990-1993), anggota pengurus majelis pustaka PP Muhamadiyah (1995-2000), wakil ketua forum perpustakaan perguruan tinggi indonesia DIY (2003-2006), anggota pengurus lembaga pustaka dan informasi PP Muhamadiyah (2005-2010), wakil ketua lembaga pustaka dan informasi PDM kota Yogyakarta (2005-2010), anggota pengurus majelis pustaka& informasi PP Muhamadiyah (2011-2015), pendiri himpunan pengelola perpustakaan sekolah muhamadiyah kota Yogyakarta, ketua forum silaturahim perpustakaan perguruan tinggi muhamadiyah (2012-2014).
Di organisasi profesi, beliau pernah menjadi anggota pengurus IPI DIY (1990-1993), anggota pengurus majelis pustaka PP Muhamadiyah (1995-2000), wakil ketua forum perpustakaan perguruan tinggi indonesia DIY (2003-2006), anggota pengurus lembaga pustaka dan informasi PP Muhamadiyah (2005-2010), wakil ketua lembaga pustaka dan informasi PDM kota Yogyakarta (2005-2010), anggota pengurus majelis pustaka& informasi PP Muhamadiyah (2011-2015), pendiri himpunan pengelola perpustakaan sekolah muhamadiyah kota Yogyakarta, ketua forum silaturahim perpustakaan perguruan tinggi muhamadiyah (2012-2014).
Di bidang
redaksional, pernah menjadi redaksi buletin Al Fata, Al Fikr, Agritech (Fak.
Tekn. Pertanian UGM), Media informasi (Perp. Pusat UGM), Berkala ilmu
perpustakaan dan informasi (Perpustakaan Pusat UGM), Palmisest (jur. Ilmu
perpustakaan FISIPOL UNAIR Surabaya), Mentari (PDM kota Yogyakarta, dan
reviewer unilib (Direktorat Perpustakaan UII Yogyakarta).
Aktivitas
beliau saat ini adalah Kepala Perpustakaan UMY, asesor BAN PT DIKTI Kemendikbud
RI, anggota Tim perumus standar nasional perpustakaan sekolah dan standar
nasional perguruan tinggi, anggota pengurus dewan perpustakaan DIY, anggota tim
penilai jabatan fungsional pustakawan UII Yogyakarta, pembicara dalam berbagai
seminar.
A. Hasil Karya
Lasa Hs mulai
aktif menulis sejak remaja. Pada awalnya beliau banyak menulis dengan
topik keagamaan. Seiring perjalanan waktu beliau konsen pada empat topik
penulisan yaitu religi (agama), kepustakawanan, penulisan, dan manajemen.
Sampai saat ini telah lebih dari dua ratus artikel hasil pemikiran beliau dimuat
di media cetak Yogyakara, Surakarta, Semarang, Surabaya, Bogor, Jakarta, Riau.
Beberapa artikel tersebut antara lain peran informasi IPTEK dalam alih
informasi (Media Informasi, IV (2) Juni 1997), Celah-celah tulisan pustakawan
(Media Pustakawan, IV (3) September 1997), Pengembangan karir dan profesi
pustakawan (Buletin Perpustakaan, (2) April 1997), Dibalik angka kredit dan
pengumpulannya (Wahana Informasi Perpusdokinfo, Vol. 18, Ed. Juli 2014).
Adapun karya
tulis dalam bentuk buku 45 judul, diterbitkan oleh 13 penerbit dan masih
terdapat beberapa dalam bentuk draff. Adapun judul buku hasil pemikiran beliau
antara lain Ensiklopedi Muhammadiyah (karya bersama, Rajagrafindo, 2005), Kamus
istilah perpustakaan (Kanisius, 1990, 1993, Gadjah Mada University Press, 1998),
Membina Perpustakaan Sekolah Islam dan Madrasah (dicetak 10.000 eks. Oleh
Adicita Karya Nusa, 2004), Manajemen Perpustakaan (Ga ma Media, 2005),
Petunjuk Pengelolaan Perpustakaan Masjid (Gadjah Mada University Press,
1998), Manajemen Perpustakaan Sekolah (Pinus, 2007), Manajemen Perpustakaan
Sekolah/ Madrasah (Ombak, 2013), dan yang lainnya.
4.Wiji sumarno
Wiji Suwarno
lahir pada tanggal 14 Juli tahun 1973 di Surakarta. Lahir dari pasangan Hadi
Mulyono dan Aminah merupakan seorang penjual bakso dari daerah Bulu Kabupaten
Sukoharjo. Sejak kecil kedua orang tuanya telah menanamkan jiwa kewirausahaan.
Walaupun lahir di Sukoharjo namun kemudian di bawa orang tuanya hijrah ke
Sukabumi hingga usia 1,5 tahun. Kemudian di bawa kembali ke Sukoharjo dan
dititipkan kepada neneknya. Ini sudah menjadi kebiasaan orang dikampung ini,
walaupun merantau tapi anak-anaknya ditinggal dikampung dan di asuh oleh
neneknya atau kerabatnya. Tinggal di desa, aji panggilan akrabnya menjadi anak
yang periang dan senang membantu neneknya dengan jalan menggembala kambing,
mencari rumput dan aktifitas lain merupakan aktifitas anak-anak dimasa itu.
A.
Artikel:
a.
Kerukunan dalam
keragaman
b.
Cinta dan salam
c.
Menjaga lisan
d.
Zikir
B.
Majalah:
a.
Pergerseran
paradigma perpustakaan
b.
Peran penting
otomasi perpustakaan sekolah
c.
Perpustakaan
dan buku
d.
Memasyarakatkan
perpustakaan
C.
Jurnal:
a.
Pembangunan
ekonomi umat via manajemen syariah
b.
Perpustakaan
dua muka (sebuah kekuatan jasa)
D.
Buku:
a.
Ilmu Pendidikan
b.
Dasar-dasar
ilmu perpustakaan
c.
Psikologi
perpustakaan
d.
Ilmu
perpustakaan dan kode etik pustakawan
e.
Pengetahuan
dasar kepustakaan: sisi penting perpustakaan dan pustakawan
Pustakawan internasional
1.Shiyali Ramamrita Ranganthan
Shiyali
Ramamrita Ranganathan lahir pada 12 Agustus 1892 di Shiyali , British
India (sekarang Tamil Nadu , India ). Meninggal pada 27 September 1972 (berusia
80 tahun) bangsawan Bangalore , India Pendudukan Penulis, akademisi,
matematikawan, pustakawan Kebangsaan Indian Aliran Ilmu Perpustakaan ,
Dokumentasi , Ilmu Informasi.
A.
Karya-karya
penting
a.
Prolegomena ke
Klasifikasi Perpustakaan
b.
Lima Hukum Ilmu
Perpustakaan
c.
Klasifikasi
Colon
d.
Ramanujan:
Manusia dan Matematikawan
e.
Kode Katalog
yang Diklasifikasikan: Dengan Aturan Tambahan untuk Kode Katalog Kamus
f.
Administrasi
Perpustakaan
g.
Manifesto
Perpustakaan India
h.
Manual
Perpustakaan untuk Petugas Perpustakaan, Pustakawan, dan Pekerja Perpustakaan
i.
Klasifikasi dan
Komunikasi
j.
judul dan
Kanon; Studi Komparatif Lima Kode Katalog
Dia adalah seorang pustakawan universitas dan profesor ilmu perpustakaan di Universitas Hindu Banaras (1945–47) dan profesor ilmu perpustakaan di Universitas Delhi (1947–55). Penunjukan terakhir menjadikannya direktur sekolah librarianship India pertama yang menawarkan gelar lebih tinggi. Dia adalah presiden Asosiasi Perpustakaan India dari tahun 1944 hingga 1953. Pada tahun 1957 ia terpilih sebagai anggota kehormatan Federasi Internasional untuk Informasi dan Dokumentasi (FID) dan diangkat menjadi wakil presiden seumur hidup Asosiasi Perpustakaan Britania Raya.
2. Melville louis kossuth dewey
Melvi Dewey
adalah seorang ahli perpustakaan berkebangsaan Amerika. Dia lahir pada tanggal
10 Desember tahun 1851 di New York dan meninggal di Florida saat 26 Desember
1931. Selain itu, dia juga terkenal sebagai peletak dasar-dasar klasifikasi
desimal UDC (University of the District of Columbia) di tahun 1873.Dia juga
merupakan pendiri Perhimpunan Pustakawan Amerika saat 1876 dan menjadi redaktur
pertama dari ‘Library Journal. Dia juga adalah seorang pelopor penggunaan
klasifikasi desimal untuk mengelompokkan buku-buku perpustakaan dengan dimulai
dari angka 000 sampai 999 yang meliputi segala jenis ilmu pengetahuan dan
cabang-cabangnya yang mana sifatnya lebih khusus.Dewey termasuk orang yang
aktif dalam usaha pembaharuan ejaan bahasa di negara asalnya, yakni Amerika,
juga dalambadan pembakuan ukuran serta timbanganSebagai pustakawan yang beralmamater
Universitas Columbia, dia berperan dalam mendirikan sekolah perpustakaan
pertama milik Perpustakaan Pemerintah New York.Pada tahun 1876, Dewey
mempublikasikan hasil pemikirannya ini pertama kali. Dewey mempublikasikan
hasil pemikirannya ini dalam Dewey Decimal Clasification : A Classification and
Subject Index for Cataloguing and Arranging the Books and Pamphlets of Library.
Terdapat
beberapa tokoh di bidang kepustakawanan pada masa itu yang memberikan tanggapan
atas hasil pemikiran Dewey ini. Di antara adalah W.C Berwick Sayers dan Paul
Salvan. Mereka berdua memberikan tanggapan bahwa apa yang dihasilkan oleh Dewey
ini akan membawa sebuah perubahan yang mendasar di dunia kepustakawanan. Mereka
berdua mengungkapkan bahwa ini adalah sebuah reformasi di bidang
kepustakawanan.Pada tahun 1876, Melvil Dewey mendirikan sebuah yayasan yang
dipergunakan untuk mendukung pengembangan dunia kepustakawanan. Yayasan yang
didirikan oleh Dewey ini memberikan suplai jangka panjang
perlengkapan-perlengkapan yang berkaitan dengan kebutuhan perpustakaan, seperti
kartu catalog. Dari hal tersebutlah kemudian dikenalkan adanya standarisasi
dalam kartu catalog.